Karena Selalu Ramai Pengunjung, Warung Mie Ayam Ini Sering Didatangi Satpol PP
Jakarta - Terdapat banyak warung mie ayam enak di Yogyakarta. Salah satunya adalah
warung Mie Ayam dan Bakso Balungan Aa. Warung mie ayam ini memiliki
menu spesial yang berbeda dengan kebanyakan. Di warung ini kamu bisa
menikmati mie ayam ekstra ayam dengan tambahan tetelan atau balungan
iga. Harga sajiannya cukup terjangkau, antara Rp 8.000 - Rp 15.000.
Kepada wartawan (10/10/2021), Enik Susanti, pemilik warung Mie Ayam dan
Bakso Balungan Aa menjelaskan bahwa pelanggan di warungnya tak hanya
warga lokal, tetapi juga wisatawan. "Pembelinya itu orang-orang Kulon
Progo sini, tapi banyak juga yang wisatawan,"paparnya.
Setiap akhir pekan pelanggan dari kota Yogyakarta dan sekitarnya pun
kerap menyempatkan datang hanya untuk menikmati sajian dari warung Mie
Ayam dan Bakso Balungan Aa.
Penjualan mie ayam
Walau tak berada di pusat kota Yogyakarta, tapi warung mie ayam ini
selalu ramai pembeli. Bahkan dalam sehari mereka bisa menghabiskan
sekitar 50 kilo ayam. "Kalau ayam untuk mie ayamnya, kadang 50
kilogram,"tutur Enik.
Sementara itu, untuk jumlah penjualan mi sendiri bisa mencapai 40-70
kilo setiap harinya. Saat akhir pekan, jumlah penjualannya pun bisa
bertambah. "Kalau sehari itu ya, Senin sampai Kamis itu kadang 40
kilogram. Terus, kalau Jumat, Sabtu, sama Minggu itu bisa 60-70
kilogram. Kadang ya bisa lebih,"tambahnya.
Sering didatangi Satpol PP
Kendati demikian, saat pandemi covid-19 penjualannya tak sampai separuhnya. Oleh karenanya, Enik menyiasati pengeluaran dengan melakukan rolling karyawan. "Kemarin pas corona itu enggak ada separuhnya lo!"ungkap Enik.
"Kalau pas corona kemarin ya karyawan saya rolling. Kalau
semua kayaknya enggak bisa. Kondisinya kan sulit,"tambahnya.
Saat PPKM penjualan mie ayam semakin berkurang. Pasalnya, warung Mie
Ayam dan Bakso Balungan Aa kerap dipantau oleh Satpol PP, karena
biasanya ramai. "Apalagi, pas PPKM itu ya saya menangis.
Terus sini
sering ditengok Satpol PP, karena sini kan ramai biasanya. Padahal ya
ada yang lain yang tetap nakal, tapi pasti di sini sering didatangi,"papar Enik.
Meski begitu, Enik tetap memilih untuk berjualan. Namun ia hanya
mengandalkan pesanan yang bungkus serta dari ojek daring. "Tetap jualan,
tapi yang berkurang pasti. Takut saya wong sering didatangi,"pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar