Cara Agar Usaha Kedai Kopi Bertahan Ditengah Pandemi

Jakarta - Pandemi memukul banyak sektor dari perhotelan, pariwisata, hingga usaha makanan dan minuman. Banyak usaha tersebut yang terdampak pandemi dan memutuskan untuk menutup gerai sementara atau menutup secara permanen.

Coffee shop merupakan salah satu sektor usaha yang terdampak pandemi, contohnya Gerilya Coffee dan Kedai Kopi Guyon. Kedua coffeehouse ini berusaha untuk mempertahankan usahanya di tengah pandemi, tetapi di sisi lain mereka harus menaati aturan PPKM dan mengurangi keramaian pengunjung.

Hal ini menjadi topik utama webinar yang dilaksanakan oleh Food & Resort Indonesia VirtualHub 2021 yang bertajuk The Cafe Method in the Pandemic Period and PPKM, Jumat (24/9/2021). Saat terjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terjadi perubahan pola penjualan dan jam operasional agar bisa tetap berjualan.

"Saat kendala PPKM kita memutuskan untuk takeaway yang tadinya ada dine-in dan hanya berjualan dari Senin sampai Jumat," kata Coffee Cart Technique Kedai Kopi Guyon Ego Prayogo dalam webinar tersebut.

Ego menyebutkan waktu operasional kedai berubah, karena ditakukan terjadi kerumuman pengunjung saat akhir pekan. Kedai Kopi Guyon juga memilih berjualan pada siang hari, padahal sebelum pandemi waktu operasional kedai saat malam hari. Sebab konsep Kedai Kopi Guyon adalah berjualan melalui vespa yang dimodifikasi jadi kedai kopi.

Kedai Kopi Guyon juga mengeluarkan produk baru, sebagai salah satu cara agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi. Pura-pura merupakan produk minuman kaleng prepared to consume yang dikeluarkan oleh Kedai Kopi Guyon.

"Orang butuh minuman yang higienis jadi kita menyiapkan itu semua dan juga untuk ready to drink ketika orang datang ke tempat kita mereka bisa langsung pergi tidak nongkrong atau lainnya,"jelasnya. Pura-pura merupakan minuman chilly mixture yang terdiri dari buah, tanpa sirup dan pengawet. Selaras dengan Kedai Kopi Guyon, hal yang sama juga dilakukan oleh Gerilya Coffee.

Gerilya Coffee menambah beberapa produk di online juga mengiklankan ke online melalui Instagram atau Facebook. "Karena PPKM semakin sedikit orang yang berkantor, maka lebih banyak yang takeaway,"jelas Owner of Gerilya Coffee and Roastery Gemawan Wahyadhiatmika. Pihaknya membuat terobosan dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang saat ini.

"Lebih banyak beriklan ke online seperti Instagram atau Facebook yang langsung QR Code dan diarahkan ke takeaway platform,"ungkapnya. Selain itu, mereka juga menambah beberapa produk di system penjualan online mereka.

Beberapa produk yang ditambahkan selain kopi yaitu mug, alat seduh kopi, dan lainnya. Hal ini juga dilakukan karena mereka melihat peningkatan konsumen untuk melakukan house brewing selama pandemi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga Pangan di Dunia Meningkat Dengan Pesat Tercatat Tercepat dalam Satu Dekade Pada Bula Mei

Berikut Ini Beberapa Cara Untuk Membersihkan Sisik Ikan, Berikut Selengkapnya