Apa Yang Dimaksud Hari Vegan Dan Asal Mulanya? Berikut Selengkapnya
Jakarta - Hari Vegan Sedunia diperingati pada 1 November setiap tahunnya. Vegan merupakan sebutan untuk orang yang menerapkan gaya hidup menghindari konsumsi daging hewan dan olahannya, seperti susu, keju, mayonais, dan sebagainya.
Melansir Time, istilah vegan sudah dikenal mulai 1994, tepatnya saat perayaan Vegan Society ke-50. Jauh sebelum istilah tersebut dikenal luas pada 1994, istilah vegan sebenarnya mulai dikenal pada 500 SM sebagai gaya hidup manusia yang tidak mengonsumsi daging.
Pada 500 SM, Yunani Pythagoras dari Samos mengenalkan konsep kebajikan menghindari konsumsi daging untuk semua spesies, termasuk manusia. Konsep yang dikenalkan Pythagoras kemudian sejalan dengan para Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme yang menganjurkan vegetarianisme, sebuah gaya hidup yang percaya bahwa manusia tidak boleh menimbulkan rasa sakit pada hewan lain.
Meski menganut konsep kebajikan untuk melindungi hewan dengan tidak mengonsumsi dagingnya, konsep vegetarianisme masih diperbolehkan mengonsumsi olahan hewan, seperti susu dan telur.
Seorang tukang kayu di Inggris bernama Donald Watson
akhirnya memunculkan istilah baru untuk seseorang yang sama sekali tidak
mengonsumsi daging hewan dan olahannya, yaitu "vegan".
Watson mengklaim bahwa gaya hidup vegan dapat melindungi manusia dari
makanan tercemar. Hal itu ditunjukkan dari penemuan penyakit
tuberkolosis sebesar 40 persen pada sapi perah di inggris.
Setelah
berhasil menciptakan istilah vegan, Watson mengeluarkan penjelasan
formal tentang bagaimana vegan harus diucapkan, yakni Veegan, bukan
Veejan.
Tambahan nutrisi
Orang yang menerapkan veganisme atau disebut vegan harus mengonsumsi
vitamin tambahan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam
tubuh. Sebab, sebagian vitamin, seperti vitamin B12 kebanyakan hanya
ditemukan dalam produk hewani.
Namun, seiring berkembangnya zaman, saat ini sudah banyak restoran di dunia, termasuk Indonesia yang menyajikan menu khusus untuk vegan dengan nutrisi seimbang. Beberapa menu vegan yang umum ditemui adalah burger vegan, nugget tempe, bakso vegan, hingga kroket sayur.
Meski tidak mengandung nutrisi lengkap, beragam bahan makanan non hewani yang dikonsumsi oleh vegan dapat menimbulkan efek positif bagi kesehatan manusia. Seperti dilansir dari Days of The Year, veganisme disebut dapat membantu menurunkan berat badan akibat pola makan nabati yang diterapkan.
Selain itu, kadar gula darah dan fungsi
ginjal vegan sering membaik karena pola makan veganisme yang dapat
menurunkan jumlah konsumsi obat.
Terakhir, vegan juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker
karena mampu menurunkan kolesterol serta tekanan gula darah.
Komentar
Posting Komentar