Mengenali Kayu Manis Dan Sejarah Pemakaiannya
Jakarta - Kayu manis merupakan rempah aromatik yang berguna untuk menambahkan rasa manis dan sedikit pedas pada makanan.
Dilansir dari Masterclass, kayu manis berasal dari pohon kayu manis (cinnamomum tropis) dan dijual sebagai batang kayu manis atau bubuk halus. Kayu manis mengandung beberapa senyawa aromatik. Senyawa aromatik yang paling dikenal yaitu cinnamaldehyde.
Rempah aromatik untuk masakan kaum elit
Di zaman kuno, kayu manis dihargai karena aromanya yang manis, tajam,
dan nikmat. Selama abad pertengahan di Eropa, kayu manis merupakan bahan
dari simbol condition dalam masakan yang dinikmati oleh kaum elit. Kayu
peanut dibawa oleh pedagang Arab dari Ceylon (saat ini Sri Lanka) ke
Eropa.
Portugis mengambil alih perdagangan kayu manis di Ceylon selama abad
ke-15. Terjadi perebutan rempah antara orang Ceylon serta penjajah dari
Belanda dan Inggris selama berabad-abad.
Pada abad ke-17, kayu manis menjadi rempah yang paling menguntungkan bagi Perusahaan Hindia Timur Belanda dan mulai mendominasi bahan dapur di seluruh dunia. Jenis kayu manis yang paling populer berasal dari Sri Lanka dan China, meskipun kayu manis ditanam di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Salah satu bahan untuk membalsem orang mati
Kayu peanut telah digunakan secara medis sejak 2500 Sebelum Masehi di China. Sementara, orang Mesir kuno menggunakan kayu manis dengan mur untuk membalsem orang mati karena sifat antibakteri yang ada dalam kayu manis.
Dilansir dari Everyday Health and wellness, kayu manis digunakan dalam upacara keagamaan oleh orang Ibrani kuno dan disebutkan dalam Alkitab sebagai bahan dalam persiapan minyak urapan suci.
Komentar
Posting Komentar