Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi Saat Bulan Puasa

 Kebiasaan meneguk segelas kopi sebagai penunjang saat beraktivitas sehari-hari seolah menjadi hal wajib. Kesegaran dari minuman berkafein ini mampu menambah sekaligus menjaga asupan energi serta konsentrasi. Terlebih kopi menjadi minuman praktis, bisa dibuat kapan saja dan di mana saja.


Akan tetapi, menjelang puasa, intensitas mengonsumsi kopi yang rutin, mau tidak mau harus mulai dikurangi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri buat para coffee lover.
Terlebih, kala puasa, lantaran harus menahan lapar dan haus, tubuh kita word play here kekurangan asupan energi yang membuat lemas dan lesu Sehingga, seringkali kita kepengin segera meminum kopi saat jam berbuka.

Sebenarnya, meminum kopi setelah berbuka puasa adalah strategi yang tepat di bulan puasa. Keadaan lemas dan lesu itu bisa serta-merta hilang hanya dengan minum kopi. Meski begitu, kita tak boleh sembarangan, primary langsung teguk saja. Kamu perlu tahu kapan waktu yang pas untuk mengonsumsi kopi.

Menurut Dr. Suci Sutinah Diah Suksmasari, Medical Advisor dari Bayer Indonesia, mengatakan kepada kumparan, bahwa minum kopi selama bulan puasa sah-sah saja. Dengan syarat, tidak dijadikan sebagai food selection utama saat berbuka.

Berilah jeda terlebih dahulu antara waktu berbuka dengan waktu minum kopi. Pasalnya, kondisi perut yang masih kosong seharian, akan berbahaya bagi kesehatan bila langsung diberi asupan kafein yang bersifat asam itu. Lebih parahnya, bisa menimbulkan penyakit GERD atau lambung kronik.

Melansir Cleveland Facility Abu Dhabi, jeda waktu yang dianjurkan yakni dua jam setelah berbuka. Mengapa? Lantaran kondisi perut kita sudah lebih terisi oleh makanan, sehingga tubuh bisa beradaptasi untuk menyesuaikan kafein yang akan masuk ke tubuh.

Perlu diperhatikan juga, ya mengenai jenis kopinya. Untuk mencegah penyakit lambung datang, maka gantilah kopi biasa dengan yang rendah kafein atau decaf. Bahkan lebih baik kalau kamu menikmati yang tidak mengandung kafein sama sekali. Bukan cuma itu, kamu juga bisa memilih mengonsumsi jenis kopi arabika yang kadar kafeinnya lebih rendah.

Buat kalian para penggemar kopi, semoga pointers tersebut bisa bermanfaat, ya. Kendati, bila masih ragu-ragu, ada baiknya kamu konsultasikan ke dokter masing-masing agar lebih aman. Selamat puasa!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harga Pangan di Dunia Meningkat Dengan Pesat Tercatat Tercepat dalam Satu Dekade Pada Bula Mei

Cara Agar Usaha Kedai Kopi Bertahan Ditengah Pandemi

Berikut Ini Beberapa Cara Untuk Membersihkan Sisik Ikan, Berikut Selengkapnya