Ilmu Pengetahuan Tertua di Dunia, Astronomi Menjadi Daya Tarik Tersendiri Berikut Beberapa Perkembangannya
Astronomi adalah salah satu ilmu pengetahuan tergolong tertua di dunia. Mengapa demikian, apa buktinya dan sejak kapan ilmu astronomi ini ada di tengah masyarakat dunia? Berikut beberapa fakta mengenai masa perkembangan astronomi sebagai salah satu ilmu pengetahuan tertua di dunia.
1. Masa takjub dengan pemandangan langitMengenai hal ini, Peneliti di Pusat Penelitian Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang Hasanuddin mengatakan, ada beberapa indikasi atau faktor yang meyakinkan para ahli bahwa astronomi memang sudah diketahui oleh manusia sejak zaman purba.
Sejak jutaan tahun silam, ilmu pengetahuan yang sebelum dikenal sebagai astronomi, manusia purba yang tinggal di padang sabana Afrika, diketahui sudah menyaksikan pemandangan langit malam yang bertabur bintang dan berhiaskan cahaya Bulan. Pemandangan tersebut nyatanya tidak jauh berbeda dengan pemandangan-pemandangan langit saat ini. "Meskipun mereka (manusia purba) lebih sering menyaksikannya dengan rasa takjub dibandingkan dengan manusia modern saat ini," kata Andi.
2. Masa mulai mempelajari pergerakan bintang
Kendati manusia purba sudah mulai takjub dengan menyaksikan pemandangan langit, maupun fenomena bulan dan bintang di langit malam, tetapi, keilmuan astronomi atau ilmu pengetahuan ini juga masih terjadi dalam proses yang panjang.
Pertama, mereka memahami terlebih dahulu bintang-bintang di langit sebagai saran untuk aktivitas mereka sehari-hari.
Kemudian barulah manusia purba mulai dapat memahami pergerakan bintang-bintang setiap hari, dan setiap tahunnya. Adapun, sekelompok manusia nomaden yang tinggal di padang sabana Afrika menjadi yang pertama kali mencatat pergerakan bintang-bintang di situs Nabta Playa.
Catatan pergerakan bintang ini, mungkin menjadi salah satu ilmu pengetahuan tentang astronomi yang pertama kali terdokumentasi.
Ini dilakukan manusia nomaden pada kisaran 7.000 tahun silam. Sebagai informasi, manusia nomaden Afrika adalah sekelompok pemburu tertua di situs Nabta Playa.
Situs ini sendiri dibangun oleh mereka untuk menandai Solstis Utara dan penanda musim lainnya yang digunakan untuk menjamin ketersediaan air dan makanan dalam kelompok mereka.
" Pengamatan ini menandai awal dari kemunculan ilmu astronomi sebelum akhirnya menjadi semapan sekarang ini," ujarnya. "Tidak hanya dalam astronomi saja, disiplin keilmuan lainnya juga membutuhkan pengamatan ribuan tahun lamanya agar menjadi seperti sekarang ini," imbuh Andi.
3. Masa pengamatan astronomi
Para astronom meyakini situs Nabta Playa menjadi tonggak pengamatan astronomi sebelum disusul oleh peradaban kuno seperti bangsa Mesir, Amerika Tengah, India, Tiongkok, Barat (Eropa) dan Nusantara (Indonesia).
"Pengamatan dan perbendaharaan mengenai astronomi ini menjadi penting karena dapat mendukung tattanan masyarakat agraris yang terhitung maju di saat itu," jelasnya.
Dahulu, manusia purba memberikan manda benda-benda langit sebagai entitas religius yang diyakini dapat membawa mereka ke alam baka. Manda merujuk pada kata, segala sesuatu yang dibendakan.
Tidak hanya itu, pengamatan dan pencatatan yang manusia purba itu lakukan masih tetap mereka kaitkan dengan kondisi alam di sekitar mereka. Sehingga, mereka bisa memprediksi kejadian-kejadian penting di masa depan.
Diantaranya masih kita lakukan sekarang yakni memprediksi kapan terjadinya awal musim hujan maupun waktu panen tanaman yang mereka tanam karena kejadian-kejadian ini secara teratur akan terus berulang, sesuai dengan hasil pengamatan mereka selama itu.
Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak manusia dari berbagai belahan dunia yang mampu memahami dan memaknai pemandangan atau fenomena pergerakan benda-benda langit tersebut, yang disebut dengan astronom. Kebutuhan akan ahli astronomi ini word play here semakin ramai.
Perkembangan astronomi didukung juga dengan kecanggihan teknologi, turut andil membantu para astronom semakin membuat peradaban agraris di seluruh dunia menjadi tumbuh pesat, sebelum tergantikan oleh peradaban mekanis dan commercial seperti saat ini.
Komentar
Posting Komentar